Puisi Filsafat: Anak Seorang Perenung (Kau belum perlu menjadi seorang perenung, nak!)

Hal lain yang mungkin sungguh kau lupa, Ayah,
bahwa setiap manusia punya problemanya sendiri-sendiri
yang harus dia rampungkan
diawali dengan sebuah perenungan.
Aku tengah merenungi perkara-perkaraku sendiri.
Perkaramu sungguh tak berani aku mencampuri.

Puisi Normantis

Sajak Anak Seorang Perenung - Norman Adi SatriaSajak Anak Seorang Perenung – Norman Adi Satria

SAJAK ANAK SEORANG PERENUNG
Karya: Norman Adi Satria

View original post 226 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s