IBADAH TANPA IMAM

Puisi Normantis

burung gereja
UMAT : Bapa, aku berdiri di sini siap untuk bernyanyi.
Imam : Menyanyilah!
UMAT : Bagaimana aku bisa bernyanyi jika tanpa alunan musik, pemimpin pujian, dan partitur di depanku?
Imam : Tengoklah burung-burung yang bertengger di luar sana!
UMAT : Aku telah melihatnya. Mereka bersenandung.
Imam : Lalu apa yang tidak kau miliki sehingga kau tak mampu melantunkan lagu layaknya binatang kecil itu?
UMAT : Sayap.
Imam : Apakah sayap itu bernada hingga mereka mampu menciptakan harmoni?
UMAT : Paling tidak, dengan sayap itu aku mampu melenggang, mendekatkan bibirku ke telinga Tuhan. Agar Dia dapat mendengarnya dengan jelas.
Imam : Meskipun Tuhan tak bertelinga pun, Dia akan mendengarmu..

(Bekasi, 25 September 2010)
Norman Adi Satria

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s