Jawa – Tionghoa

Nak, margamu: Li,
masih sedarah dengan Bruce Li dan Jet Li,
dan sedarah pula dengan seratus juta orang lainnya,
yang sebagian menjadi pejabat tinggi di berbagai negeri,
dan sebagian lainnya hanya kuli.

Aku sengaja tak memberi sedikitpun ruang di namamu,
untuk menyelipkan dua huruf itu,
bukan karena aku ingin menghianati leluri,
namun supaya kau memahami terlebih dahulu,
tentang ilmu yang kuperoleh dari leluhur kita lainnya.

Puisi Normantis

Shalom Imlek 2013 - 1

Nak, margamu: Li,
masih sedarah dengan Bruce Li dan Jet Li,
dan sedarah pula dengan seratus juta orang lainnya,
yang sebagian menjadi pejabat tinggi di berbagai negeri,
dan sebagian lainnya hanya kuli.

Aku sengaja tak memberi sedikitpun ruang di namamu,
untuk menyelipkan dua huruf itu,
bukan karena aku ingin menghianati leluri,
namun supaya kau memahami terlebih dahulu,
tentang ilmu yang kuperoleh dari leluhur kita lainnya.

Kita tak murni Tionghoa,
kita juga Jawa,
moyang kita memadu cinta lintas budaya,
di sebuah negeri yang disebut Nusantara.

Aku sebagai ayahmu dididik oleh kakekmu,
untuk mendalami keduanya.
Tionghoa : Cengli, Cincai, dan Coan.
Jawa : Ojo Adigang, Adigung, dan Adiguna.

Cengli menuntutmu menjadi adil,
Cincai menuntunmu untuk mudah berkompromi,
Coan mengajarimu mendapat keuntungan.

Dan ini yang jangan kau lakukan:
Adigang yang menyombongkan kekuatan,
Adigung yang sombong akan kebesaran,
Adiguna yang congkak karena kecerdaan.

Kini kau mengerti,
mengapa kakekmu dan aku,
menyembunyikan marga dari nama…

View original post 15 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s