Sepasang Semut di Daun Putri Malu

Setetes gerimis jatuh ke ujung daun Putri Malu,
tergelincir perlahan,
lalu meluncur jatuh
tepat di tengah sepasang semut yang sedang bertengkar,
percikan air bercampur tanah mengenai muka mereka,
Pyarr…

Puisi Normantis

semut

Setetes gerimis jatuh ke ujung daun Putri Malu,
tergelincir perlahan,
lalu meluncur jatuh
tepat di tengah sepasang semut yang sedang bertengkar,
percikan air bercampur tanah mengenai muka mereka,
Pyarr…

Semut Betina berhenti berteriak,
Semut Jantan tak jadi menampar.
Mereka lebih takut hanyut dalam hujan,
ketimbang larut dalam masalah cinta
yang tak kunjung usai.

“Aku tak mau mati konyol!”
Kata Semut Jantan.
Ia menarik tangan kekasihnya,
bersembuyi di belakang selembar daun Putri Malu.

Dua tetes hujan meletup di tangkai,
putri malu menutup semua daunnya.
Dua semut itu terjebak di sana,
terhimpit di dua daun berbeda,
dengan bertatap muka.

“Hei, ini lagi-lagi salahmu!”
teriak Semut Betina bersaing dengan suara hujan dan petir.
“Kapan kau mau mulai belajar untuk berhenti menyalahkan, hah?”
balas Semut Jantan sambil mengelap mukanya
dengan satu-satunya tangan yang terbebas.
“Hah? Aku..?!  Tanyakan pada dirimu dulu, kapan kau mau belajar minta maaf?”
balas Semut Betina sambil menghempaskan air hujan di…

View original post 183 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s